Psikolog Kaget Usai Dengar Clientnya Lelah Jadi WNI. Seorang psikolog klinis di Yogyakarta baru-baru ini mengaku terkejut setelah mendapati kliennya datang dengan keluhan utama bukan masalah pribadi, melainkan rasa lelah dan putus asa menjadi warga negara Indonesia. Pengalaman ini dibagikan melalui media sosial pada pertengahan Desember 2025, dan langsung viral karena banyak orang merasa relate dengan perasaan serupa. Psikolog tersebut, yang telah berpraktik lebih dari tujuh tahun, menyebut ini kali pertama dalam kariernya dua klien berturut-turut curhat soal distress akibat kondisi negara. TIPS MASAK
Curhatan Klien yang Mengagetkan: Psikolog Kaget Usai Dengar Clientnya Lelah Jadi WNI
Klien datang dengan emosi tinggi, langsung menangis sejak awal sesi. Mereka ungkapkan rasa frustrasi mendalam melihat cara penanganan berbagai isu nasional, seperti bencana di Sumatera yang dinilai kurang memadai. “Rakyat ini seperti tak ada harganya, tak didengar, dan diabaikan,” begitu salah satu tiruan keluhan yang membuat psikolog terhenyak. Bukan masalah keluarga, pekerjaan, atau hubungan pribadi yang biasa, tapi kekecewaan terhadap sistem negara yang bikin mereka merasa putus asa sebagai WNI. Bahkan, salah satu klien beri hadiah kecil setelah sesi, untuk “perbaiki mood” psikolog yang ikut terdampak curhatan itu.
Respons Viral dan Fenomena Kolektif: Psikolog Kaget Usai Dengar Clientnya Lelah Jadi WNI
Unggahan psikolog ini langsung dapat respons besar, dengan ribuan orang mengaku mengalami hal sama. Banyak yang cerita merasa lelah secara emosional melihat berbagai persoalan, dari kebijakan publik hingga rasa tak berdaya sebagai warga. Fenomena ini tunjukkan bahwa tekanan struktural negara bisa berdampak langsung pada kesehatan mental individu. Psikolog sendiri akui emosinya terkuras, dan terkejut narasi “capek jadi WNI” yang awalnya kukuh di dunia maya kini masuk ke ruang konseling nyata.
Saran Psikolog untuk yang Merasakan Hal Serupa
Psikolog tekankan bahwa penderitaan seperti ini bersifat kolektif, jadi tak cukup ditangani secara individual saja. Kemarahan atau kekecewaan terhadap negara butuh solusi bersama, seperti berjejaring dan aksi kolektif. Ia ingatkan jangan meremehkan diri sendiri—setiap suara warga penting, sekecil apa pun. Alih-alih tenggelam dalam putus asa, salurkan energi ke langkah positif yang bisa beri perubahan, meski kecil.
Kesimpulan
Keterkejutan psikolog atas curhatan klien yang lelah jadi WNI jadi cermin kondisi kesehatan mental masyarakat saat ini. Viralnya cerita ini bukti banyak orang merasakan beban serupa dari isu-isu nasional. Meski mengkhawatirkan, ini bisa jadi momentum untuk diskusi lebih terbuka soal dampak struktural terhadap jiwa individu. Dengan pendekatan kolektif dan saling dukung, harapan tetap ada untuk atasi rasa lelah ini. Kesehatan mental kolektif butuh perhatian bersama, dari warga hingga pemangku kebijakan.











Leave a Reply