6 Polisi Ini Memeras Ratusan Juta Dari Pengusaha di Bogor. Enam orang yang mengaku sebagai polisi dan wartawan berhasil diamankan polisi setelah kedapatan memeras seorang pengusaha di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada awal Januari 2026. Aksi mereka yang meminta uang damai hingga ratusan juta rupiah berujung pengepungan oleh warga setempat. Polisi setempat menegaskan bahwa keenam pelaku bukan anggota kepolisian sejati, melainkan oknum yang mencatut nama institusi untuk menakut-nakuti korban. INFO WISATA
Modus Pemerasan yang Digunakan: 6 Polisi Ini Memeras Ratusan Juta Dari Pengusaha di Bogor
Para pelaku datang ke lokasi usaha korban menggunakan mobil hitam, langsung mengaku sebagai anggota Polres Bogor dan Polda Jawa Barat. Mereka mengambil foto serta video aktivitas usaha korban untuk dijadikan alat ancaman, seolah-olah ada pelanggaran yang bisa dibawa ke ranah hukum.
Uang damai awalnya diminta hingga Rp100 juta agar kasus tidak dilanjutkan ke kantor polisi. Setelah negosiasi, angka turun menjadi Rp35 juta. Saat proses pembayaran hampir terjadi, warga sekitar curiga dan langsung mengepung mobil pelaku. Situasi memanas hingga massa hampir mengamuk, tapi polisi cepat turun tangan untuk amankan keenam orang itu.
Identitas Pelaku dan Klarifikasi Polisi: 6 Polisi Ini Memeras Ratusan Juta Dari Pengusaha di Bogor
Kapolsek Cigudeg menyatakan bahwa keenam pelaku terdiri dari lima laki-laki dan satu perempuan, semuanya oknum wartawan abal-abal. Tidak ada keterlibatan anggota polisi resmi dari Polres Bogor maupun Polda Jawa Barat.
Pelaku diamankan di markas Polsek Cigudeg untuk hindari amuk massa, lalu dibawa ke Polres Bogor untuk pemeriksaan lanjutan. Kasus ini jadi contoh modus pemerasan yang sering pakai kedok aparat atau wartawan untuk tekan korban, terutama pengusaha kecil di daerah.
Respons Warga dan Dampak Kejadian
Warga setempat langsung bereaksi cepat saat tahu ada pemerasan. Mobil pelaku dikepung hingga situasi tegang, tapi akhirnya terkendali berkat intervensi polisi. Kejadian ini bukan yang pertama di Bogor Barat, di mana modus serupa sering sasaran pengusaha atau kepala desa.
Kasus ini tingkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap orang mencatut nama aparat. Polisi imbau warga langsung lapor jika ada ancaman serupa, agar penanganan cepat dan hindari main hakim sendiri.
Kesimpulan
Enam oknum yang memeras ratusan juta dari pengusaha di Bogor akhirnya tertangkap berkat kewaspadaan warga. Modus mengaku polisi dan wartawan ini tunjukkan betapa berbahayanya penyalahgunaan identitas untuk kepentingan pribadi. Polisi tegas bahwa tidak ada anggota resmi terlibat, dan proses hukum akan jalan untuk beri efek jera. Kejadian ini jadi pengingat pentingnya verifikasi sebelum percaya klaim orang asing, terutama yang ancam hukum. Semoga kasus seperti ini semakin jarang dengan pengawasan lebih ketat dari aparat.











Leave a Reply