Mendagri Melepaskan 1138 Taruna Untuk Memulihkan Aceh. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi melepas 1.138 taruna Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh. Acara pelepasan berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Januari 2026, dengan kloter pertama berangkat menuju wilayah terdampak. Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah pusat terhadap dampak berat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatra akhir 2025, khususnya Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Penugasan ini tidak hanya mempercepat pemulihan, tapi juga memberikan pengalaman lapangan berharga bagi para taruna. BERITA OLAHRAGA
Dampak Bencana di Aceh: Mendagri Melepaskan 1138 Taruna Untuk Memulihkan Aceh
Banjir bandang dan longsor yang terjadi akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah di Aceh. Sebanyak 13 desa hilang tersapu banjir, dari total 22 desa di tiga provinsi Sumatra. Aceh mencatat dampak terluas, dengan lebih dari 1.455 kantor desa rusak atau lumpuh dari total 1.580 di seluruh wilayah terdampak. Aceh Tamiang dan Aceh Utara menjadi fokus utama karena infrastruktur pemerintahan desa banyak yang hancur, menghambat layanan publik dasar. Ribuan warga kehilangan dokumen kependudukan, sementara akses jalan dan fasilitas umum terganggu berat. Pemulihan tahap awal sudah menunjukkan progres, tapi masih butuh tenaga tambahan untuk membersihkan lumpur dan puing.
Tugas dan Peran Taruna IPDN: Mendagri Melepaskan 1138 Taruna Untuk Memulihkan Aceh
Para taruna IPDN ditugaskan selama satu bulan dengan dua fokus utama: membantu pembersihan wilayah terdampak dan menghidupkan kembali fungsi pemerintahan desa. Mereka akan membersihkan kantor desa, sekolah, dan fasilitas publik, sekaligus mendukung layanan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen. Penugasan ini dirancang mirip kuliah kerja nyata, sehingga masuk dalam kurikulum pendidikan mereka. Pengiriman dilakukan bertahap, dengan tim advance sudah berada di lokasi untuk koordinasi awal. Tito Karnavian menekankan, tugas ini akan membangkitkan lebih dari 200 desa yang belum beroperasi optimal, memastikan layanan dukcapil dan publik lain kembali normal.
Dukungan dari Presiden dan Harapan Pemulihan
Inisiatif ini mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong sekolah kedinasan turun langsung ke lokasi bencana sesuai keahlian masing-masing. Prabowo bahkan membuka kemungkinan perpanjangan tugas jika diperlukan. Langkah ini menunjukkan sinergi lintas institusi, termasuk dukungan dari TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Pemulihan Aceh diharapkan semakin cepat, dengan prioritas pada infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan. Keterlibatan taruna juga dianggap strategis untuk memberikan pengalaman nyata bagi calon aparatur sipil negara.
Kesimpulan
Pelepasan 1.138 taruna IPDN oleh Mendagri menjadi langkah konkret dalam mempercepat pemulihan Aceh pascabencana. Dengan tugas pembersihan dan pengaktifan pemerintahan desa, mereka diharapkan membawa perubahan signifikan di wilayah terdampak. Inisiatif ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga memperkaya pendidikan para taruna. Semoga upaya gotong royong ini membawa Aceh bangkit lebih kuat, dengan layanan publik kembali normal secepatnya. Pemulihan berkelanjutan tetap menjadi prioritas bersama.











Leave a Reply