Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Pelaku Penembakan Pantai Bondi ini Didakwa 59 Pelanggaran

pelaku-penembakan-pantai-bondi-ini-didakwa-59-pelanggaran

Pelaku Penembakan Pantai Bondi ini Didakwa 59 Pelanggaran. Pelaku selamat dari insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember 2025, resmi didakwa dengan 59 pelanggaran pada 17 Desember 2025. Naveed Akram, berusia 24 tahun, menghadapi tuduhan berat termasuk 15 pembunuhan, satu tindakan terorisme, serta puluhan upaya pembunuhan dan luka berat. Serangan ini menewaskan 15 orang dan melukai lebih dari 40 lainnya saat perayaan Hanukkah di Archer Park dekat pantai ikonik tersebut. Ayahnya, Sajid Akram berusia 50 tahun, tewas ditembak polisi di lokasi. Dakwaan ini menandai langkah hukum pertama pasca-tragedi yang digolongkan sebagai aksi teror antisemitik terburuk di Australia dalam puluhan tahun. TIPS MASAK

Kronologi Serangan dan Korban Jiwa: Pelaku Penembakan Pantai Bondi ini Didakwa 59 Pelanggaran

Serangan terjadi sore hari saat sekitar seribu orang berkumpul merayakan malam pertama Hanukkah. Dua pelaku tiba dengan kendaraan, memasang bendera hitam, dan langsung menembak dari jembatan penyeberangan ke arah kerumunan. Dalam hitungan menit, tembakan mematikan menewaskan 15 orang, termasuk anak berusia 10 tahun bernama Matilda, seorang penyintas Holocaust berusia 87 tahun, serta pasangan yang berusaha melucuti senjata pelaku. Lebih dari 40 orang terluka, beberapa kritis, termasuk dua petugas polisi. Seorang warga sipil berani merebut senjata dari salah satu pelaku, membantu menghentikan serangan lebih lanjut. Polisi cepat tanggap, menembak mati pelaku senior dan melukai yang muda hingga koma sebelum didakwa.

Dakwaan dan Motif Terorisme: Pelaku Penembakan Pantai Bondi ini Didakwa 59 Pelanggaran

Naveed Akram didakwa 59 pelanggaran setelah sadar dari koma di rumah sakit. Tuduhan mencakup 15 pembunuhan, 40 upaya pembunuhan atau luka berat dengan niat membunuh, satu tindakan terorisme, serta kepemilikan simbol organisasi terlarang dan alat peledak improvisasi. Polisi menemukan bendera dan bom rakitan di kendaraan pelaku, menguatkan motif terinspirasi ideologi ekstremis. Serangan ini dinyatakan sebagai aksi teror antisemitik yang menargetkan komunitas Yahudi. Sajid Akram, pemegang izin senjata api legal dengan enam senjata terdaftar, diyakini menyediakan persenjataan. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk perjalanan mereka ke luar negeri sebulan sebelumnya.

Respons Masyarakat dan Pemerintah

Australia berduka atas tragedi ini, dengan pemakaman korban dimulai di tengah pengamanan ketat. Ribuan orang menghadiri vigili dan meletakkan bunga di Bondi Pavilion. Pemerintah berjanji memperketat undang-undang senjata api dan penindakan ujaran kebencian, meski Australia sudah punya aturan ketat pasca-insiden serupa puluhan tahun lalu. Komunitas Yahudi merasa terpukul, tapi tetap tegar menggelar perayaan lanjutan sebagai bentuk perlawanan. Donasi darah melonjak, dan masyarakat luas menunjukkan solidaritas. Insiden ini memicu diskusi nasional tentang keamanan publik dan pencegahan radikalisme.

Kesimpulan

Dakwaan 59 pelanggaran terhadap pelaku selamat penembakan Pantai Bondi menjadi awal proses keadilan bagi korban dan keluarga. Tragedi yang menewaskan 15 nyawa ini meninggalkan luka mendalam bagi Australia, terutama komunitas Yahudi yang menjadi target. Dengan motif terorisme yang jelas, kasus ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap ekstremisme. Pemerintah dan masyarakat diharapkan belajar dari kejadian ini untuk memperkuat perlindungan, agar tempat ikonik seperti Bondi tetap aman bagi semua. Proses hukum akan berlanjut, sementara semangat persatuan jadi kunci pemulihan bangsa.

BACA SELENGKAPNYA DI..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *