Warga Ngeluh Usai Galian baru di TB Simatupang. Kemacetan di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, kembali menjadi keluhan warga akibat proyek galian baru yang bermunculan di sepanjang jalur ini. Pada Agustus 2025, dua titik galian baru untuk pemasangan pipa air limbah memperparah kepadatan lalu lintas di salah satu arteri utama Jakarta ini. Warga, dari pengemudi ojek online hingga pedagang, mengeluh karena aktivitas mereka terganggu, dengan waktu tempuh yang membengkak hingga berjam-jam. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bahkan turun langsung mengecek kondisi dan meminta percepatan penyelesaian proyek. Di mana tepatnya galian ini berada, kapan selesainya, dan apakah TB Simatupang akan terus terjebak dalam “kutukan” galian? Berikut ulasannya. BERITA BOLA
Galian Ini Terletak Dimana
Dua titik galian baru ini berada di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, tepatnya di arah Fatmawati, dekat gerbang Tol Ciputat 1 dan sekitar Kantor Pajak Pancoran. Galian pertama, yang terletak di sisi kiri jalan menuju Fatmawati, menutupi sekitar seperempat lajur, sementara galian kedua, hanya berjarak sekitar 10 meter, memakan hampir setengah badan jalan. Selain itu, proyek serupa juga terdeteksi di dekat Plaza Oleos dan Gedung 18 Office Park, dengan beberapa titik di antaranya melibatkan alat berat seperti ekskavator. Proyek ini merupakan bagian dari pemasangan pipa air limbah oleh Perumda Paljaya, yang mencakup pembuatan lubang galian, pemasangan pipa sepanjang 2.549 meter dengan metode jacking, dan pembangunan manhole. Penyempitan jalan akibat galian ini membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore, dengan antrean kendaraan mengular hingga 20 meter atau lebih.
Kapan Galian Ini Akan Selesai
Menurut rencana awal, proyek galian di Jalan TB Simatupang dijadwalkan selesai pada 26 Desember 2025. Namun, setelah keluhan warga yang semakin memuncak dan kunjungan langsung Gubernur Pramono Anung pada 16 Agustus 2025, Pemprov DKI Jakarta meminta percepatan penyelesaian hingga November 2025, sekitar satu setengah bulan lebih cepat dari jadwal semula. Pramono telah menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk mengecilkan bedeng proyek agar tidak terlalu memakan badan jalan, serta mengatur ulang jam kerja proyek untuk menghindari jam sibuk. Pekerja proyek menyatakan bahwa pengerjaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB, dengan beberapa pekerjaan malam dilakukan antara pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Meski ada upaya percepatan, kemacetan diperkirakan tetap berlangsung hingga proyek rampung, karena pengerjaan dilakukan bertahap di lima seksi berbeda.
Apakah Galian Ini Akan Menjadi Galian Abadi
Kekhawatiran warga bahwa Jalan TB Simatupang menjadi “galian abadi” bukan tanpa alasan, mengingat sejarah panjang proyek infrastruktur di jalur ini. Warga seperti Sulaeman, seorang pengemudi ojek online, mengibaratkan Jakarta seperti “terpenjara” galian, dengan proyek serupa yang terus bermunculan sejak beberapa tahun lalu. Namun, galian saat ini, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk sistem pengelolaan air limbah, memiliki tujuan jelas untuk meningkatkan pelayanan publik, sehingga kecil kemungkinan akan dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah telah berupaya mengatasi keluhan dengan mengerahkan petugas Dishub dan Satpol PP untuk mengatur lalu lintas dan menertibkan praktik seperti “Pak Ogah” yang memanfaatkan kemacetan. Selain itu, warga diimbau menggunakan transportasi umum seperti Transjakarta, yang memiliki rute seperti koridor 8 (Lebak Bulus-Pasar Baru) dan D21 (UI-Lebak Bulus), untuk mengurangi kepadatan. Dengan target penyelesaian November 2025 dan komitmen Gubernur Pramono, galian ini sepertinya tidak akan menjadi “abadi,” tetapi warga tetap harus bersabar beberapa bulan ke depan.
Kesimpulan: Warga Ngeluh Usai Galian baru di TB Simatupang
Proyek galian baru di Jalan TB Simatupang telah memicu keluhan warga akibat kemacetan parah yang mengganggu aktivitas sehari-hari, dari ojek online hingga pedagang keliling. Terletak di titik-titik strategis seperti dekat Tol Ciputat 1 dan Kantor Pajak Pancoran, galian ini memangkas lajur jalan dan memperburuk lalu lintas, terutama di jam sibuk. Meski ditargetkan selesai pada November 2025, percepatan ini belum sepenuhnya meredakan frustrasi warga yang sudah lelah dengan proyek serupa di masa lalu. Namun, dengan langkah konkret seperti pengurangan ukuran bedeng, pengaturan lalu lintas, dan dorongan untuk beralih ke transportasi umum, pemerintah berupaya meminimalkan dampak. TB Simatupang mungkin belum sepenuhnya bebas dari galian, tetapi dengan komitmen penyelesaian yang jelas, jalur ini diharapkan segera kembali lancar, memberikan harapan bagi warga Jakarta untuk perjalanan yang lebih nyaman.
Leave a Reply