Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Luas

cuaca-ekstrem-indonesia-siaga-banjir-luas

Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Luas. Cuaca ekstrem kembali melanda sebagian besar wilayah Indonesia sejak 22 Januari 2026, dipicu oleh bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa yang terus menguat. BMKG memperpanjang status siaga hingga 26 Januari karena curah hujan sangat lebat hingga ekstrem (200–400 mm dalam 48 jam) berpotensi terjadi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Hingga pagi 23 Januari, banjir sudah meluas di puluhan kabupaten/kota, longsor menutup akses jalan, dan banjir rob menggenangi pesisir utara Jawa. Pemerintah daerah dan BNPB sudah gerak cepat, tapi dampaknya terasa berat di daerah rawan seperti lereng gunung, lembah sungai, dan kawasan pesisir. MAKNA LAGU

Penyebab dan Pola Cuaca Ekstrem Indonesia: Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Luas

Bibit siklon tropis (sementara dinamai 05S) berada di koordinat sekitar 9–13°LS dan 105–115°BT, sekitar 400–700 km selatan Pulau Jawa. Sistem tekanan rendah ini menarik massa udara basah dari Samudra Hindia dan Laut Jawa, menciptakan zona konvergensi angin monsun baratan yang sangat kuat. Suhu permukaan laut hangat (28–30 °C) dan kelembapan lapisan atas 85–95% membuat awan cumulonimbus berkembang masif dan menghasilkan hujan lebat berkepanjangan. Angin kencang 60–90 km/jam ikut menyertai di banyak daerah, menyebabkan pohon tumbang dan atap rumah roboh. Prediksi hingga 26 Januari: hujan ekstrem meluas ke Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat selatan, Jawa Tengah selatan, Yogyakarta, Jawa Timur selatan, Bali, NTB, dan NTT. Curah hujan kumulatif bisa mencapai 300–500 mm dalam 72 jam di zona merah, disertai petir dan kilat intens.

Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: Cuaca Ekstrem Indonesia, Siaga Banjir Luas

Hingga siang 23 Januari, banjir dan longsor sudah menewaskan 14 orang dan melukai 42 lainnya di Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, dan NTT. Lebih dari 5.800 rumah terendam, 2.100 di antaranya rusak berat. Di Jakarta, genangan melanda 52 RT dengan ketinggian 50–120 cm, terutama di Cawang, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, dan Pluit (banjir rob). Jalan protokol seperti MT Haryono, DI Panjaitan, dan Raya Bogor lumpuh total. Sumatera Barat alami banjir bandang di Padang Panjang dan Agam yang merendam ratusan rumah dan menutup akses lintas Sumatera. Lampung genangan parah di Bandar Lampung dan Pringsewu, sementara Jawa Barat laporkan longsor di Sukabumi dan Bogor yang menutup jalan provinsi. NTT paling parah: banjir bandang di Kupang dan Sumba Timur merendam ribuan rumah, longsor tutup Trans-Sumba, dan gelombang tinggi 5–7 meter ancam pesisir. Listrik padam di ratusan desa, jaringan telepon dan internet terganggu, serta beberapa jembatan kecil ambruk. Petani kehilangan tanaman padi dan jagung yang hampir panen, sementara nelayan tak bisa melaut.

Respons Pemerintah dan Rekomendasi

BMKG memperpanjang peringatan dini hingga 26 Januari dan meminta masyarakat menghindari daerah rawan longsor serta sungai meluap. BNPB dan BPBD provinsi sudah membuka posko darurat di Padang, Bandar Lampung, Sukabumi, dan Kupang. Distribusi logistik darurat—tenda, makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan—sedang digesa, dibantu TNI-Polri dengan helikopter untuk daerah terisolasi. Gubernur dan bupati diminta melakukan evakuasi preventif di zona merah. Rekomendasi BMKG: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, hindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting. Nelayan diminta menunda melaut hingga gelombang reda. Pemerintah pusat menekankan pentingnya infrastruktur tahan bencana dan sistem peringatan dini yang lebih baik di daerah rawan.

Kesimpulan

Cuaca ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis di selatan Jawa memicu banjir luas dan longsor di Sumatera hingga NTT pada 23 Januari 2026. Dampaknya sudah berat—korban jiwa, ribuan rumah terendam, dan infrastruktur rusak. Respons pemerintah cepat, tapi tantangan besar masih menanti jika sistem ini terus menguat. Wilayah Indonesia bagian selatan butuh kesiapsiagaan ekstra di musim hujan ini. Waspada tetap jadi kata kunci—jangan anggap remeh hujan deras yang bisa berubah jadi bencana dalam hitungan jam. Semoga cuaca segera membaik dan masyarakat terdampak pulih secepatnya. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *