Davos 2026: Prabowo & Trump Bahas Investasi. Pertemuan mendadak antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di sela-sela World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, menjadi salah satu momen paling diperbincangkan pada 25 Januari malam waktu setempat. Pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit di salah satu ruang pribadi hotel utama itu difokuskan pada investasi bilateral, khususnya sektor mineral kritis, energi hijau, dan infrastruktur. Kedua pemimpin membahas percepatan aliran modal AS ke Indonesia, termasuk proyek hilirisasi nikel, pembangunan pembangkit listrik terbarukan, dan pengembangan kawasan industri hijau. Pertemuan ini terjadi di tengah upaya Trump memperkuat rantai pasok strategis AS di luar China, sementara Prabowo ingin menarik investasi besar untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. MAKNA LAGU
Isi Pembahasan Utama Prabowo & Trump: Davos 2026: Prabowo & Trump Bahas Investasi
Menurut lingkaran dekat kedua pemimpin, agenda utama mencakup tiga poin besar. Pertama, investasi di sektor mineral kritis. Trump menyatakan kebutuhan mendesak AS akan nikel, kobalt, dan rare earth untuk baterai kendaraan listrik dan teknologi pertahanan. Prabowo menawarkan percepatan izin bagi perusahaan AS yang mau masuk ke hilirisasi nikel ramah lingkungan dengan komitmen ESG tinggi, termasuk tax holiday 20 tahun dan jaminan alokasi lahan di kawasan industri hijau Kalimantan dan Sulawesi Utara. Kedua, kerjasama energi terbarukan. Prabowo menjelaskan target Indonesia mencapai 23 persen bauran energi baru terbarukan pada 2025 dan 31 persen pada 2030. Ia menawarkan skema pembelian listrik jangka panjang (PPA) dengan harga kompetitif untuk proyek PLTS skala besar dan geothermal. Trump menyatakan minat perusahaan AS untuk terlibat, terutama di proyek angin lepas pantai dan pembangkit listrik tenaga surya. Ketiga, infrastruktur dan konektivitas. Prabowo menyinggung proyek IKN Nusantara serta pembangunan pelabuhan dan jalan di kawasan timur Indonesia. Trump menjanjikan dukungan teknis dan pendanaan melalui skema investasi swasta AS, termasuk keterlibatan perusahaan seperti Bechtel dan BlackRock. Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk segera menindaklanjuti melalui pertemuan tingkat menteri dalam 60 hari ke depan.
Reaksi Pasar dan Diplomasi: Davos 2026: Prabowo & Trump Bahas Investasi
Pengumuman singkat dari kedua pihak langsung memicu respons positif di pasar. IHSG naik 1,6 persen pada pembukaan 26 Januari, ditopang saham-saham sektor pertambangan nikel, energi terbarukan, dan infrastruktur. Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS, dan yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun sedikit menurun—tanda kepercayaan investor meningkat terhadap prospek investasi AS di Indonesia. Saham perusahaan AS yang terkait mineral kritis seperti Albemarle dan MP Materials juga menguat 3–5 persen di pre-market. Di sisi diplomasi, pertemuan ini dilihat sebagai sinyal kuat bahwa Trump ingin memperkuat hubungan dengan negara-negara ASEAN besar, terutama setelah ketegangan dengan China di Laut China Selatan. Beberapa analis menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi “America First” versi 2.0 yang lebih fokus pada ekonomi dan sumber daya strategis daripada konfrontasi militer langsung.
Implikasi Jangka Pendek dan Risiko
Pertemuan dadakan ini bisa menjadi katalis positif bagi investasi AS di Indonesia, terutama di sektor hilirisasi nikel, energi terbarukan, dan infrastruktur. Namun ada risiko: sebagian kalangan di dalam negeri mempertanyakan apakah Indonesia bisa menjaga keseimbangan politik luar negeri jika kerjasama dengan AS semakin dalam. Selain itu, implementasi kesepakatan harus cepat agar tidak kehilangan momentum. Yang jelas, pertemuan ini membuka pintu negosiasi lebih lanjut yang bisa menghasilkan komitmen investasi miliaran dolar dalam beberapa bulan ke depan.
Kesimpulan
Pertemuan mendadak Prabowo-Trump di Davos 2026 menjadi salah satu highlight forum tersebut. Dari investasi mineral kritis hingga kerjasama energi terbarukan, kedua pemimpin menunjukkan keseriusan membangun hubungan yang lebih strategis. Respons pasar yang langsung positif menandakan bahwa investor melihat peluang besar dari kesepakatan ini. Meski ada risiko geopolitik dan tantangan implementasi, langkah ini jelas menempatkan Indonesia sebagai mitra penting bagi AS di Asia Tenggara. Semua mata tertuju pada follow-up nyata setelah Davos—semoga pertemuan ini bawa manfaat konkret bagi rakyat Indonesia. Prabowo tampil percaya diri dan berwibawa—Indonesia lagi naik kelas di mata dunia.











Leave a Reply