Banjir Jakarta Awal Tahun 2026. Awal tahun 2026 langsung membawa ujian berat bagi warga Jakarta. Sejak 22 Januari, curah hujan ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa menyebabkan banjir meluas di hampir seluruh wilayah ibu kota. Hingga pagi 28 Januari, BPBD DKI Jakarta mencatat 128 RT masih tergenang dengan ketinggian air 30–230 cm. Banjir rob terus menggenangi pesisir utara, sementara luapan Kali Ciliwung, Angke, Pesanggrahan, dan Krukut memperparah genangan di kawasan tengah dan timur. Lebih dari 5.200 warga mengungsi, lalu lintas protokol lumpuh, dan aktivitas ekonomi terganggu. Banjir kali ini jadi pengingat bahwa Jakarta masih rentan meski upaya normalisasi sungai terus berjalan. REVIEW FILM
Penyebab dan Sebaran Genangan: Banjir Jakarta Awal Tahun 2026
Intensitas hujan mencapai 450–680 mm kumulatif di beberapa titik sejak 22 Januari, jauh melebihi kapasitas drainase kota. Bibit siklon tropis menarik massa udara basah dari Samudra Hindia, ditambah suhu permukaan laut di atas 29 °C dan kelembapan lapisan atas 92–98%. Awan cumulonimbus berkembang masif, menghasilkan hujan lebat berkepanjangan disertai petir dan angin kencang 40–70 km/jam. Genangan terparah terkonsentrasi di Jakarta Timur (Cawang, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Duren Sawit, Jatinegara) dengan ketinggian 100–230 cm. Jakarta Selatan (Pancoran, Tebet, Mampang Prapatan, Pasar Minggu) masih tergenang 80–170 cm. Jakarta Utara mengalami banjir rob parah di Pluit, Ancol, Muara Karang, Penjaringan, dan Kelapa Gading dengan air laut masuk hingga 2–2,5 km ke daratan. Jakarta Barat dan Pusat relatif lebih terkendali, tapi ruas protokol seperti Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto, dan MT Haryono masih macet parah karena genangan 70–140 cm.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur
Banjir memaksa sekitar 5.200 warga mengungsi ke posko di masjid, gereja, sekolah, dan balai kelurahan. Beberapa ruas protokol lumpuh total karena kendaraan mogok dan genangan tinggi. Listrik padam di ribuan rumah akibat tiang roboh dan gardu terendam. Jaringan telepon serta internet terganggu di beberapa kawasan. Sawah dan kebun di pinggiran Jakarta selatan serta Depok terendam, mengancam hasil panen sayur dan padi. Petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan relawan terus membantu evakuasi serta distribusi logistik darurat: makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan. Pompa air di 22 titik utama diaktifkan penuh, sementara pintu air Manggarai, Waduk Pluit, dan Pintu Air Depok dibuka maksimal untuk mengurangi luapan Kali Ciliwung dan Citarum.
Respons Pemerintah dan Prakiraan ke Depan: Banjir Jakarta Awal Tahun 2026
Gubernur DKI Jakarta memimpin rapat koordinasi darurat setiap hari dan memerintahkan seluruh RT/RW tetap siaga hingga akhir pekan. Dishub DKI menutup sementara ruas jalan rawan dan mengalihkan lalu lintas ke jalur alternatif. Dinas Sumber Daya Air terus memompa air dan membersihkan saluran tersumbat. BNPB menyatakan siap mengirim bantuan logistik tambahan jika genangan meluas. BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi hingga 30 Januari, terutama di Jakarta Selatan, Timur, dan Bogor. Curah hujan tambahan 80–150 mm diperkirakan, sehingga risiko genangan baru dan luapan sungai tetap tinggi. Masyarakat diminta pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG dan hindari daerah rawan banjir serta sungai meluap.
Kesimpulan
Banjir Jakarta di awal 2026 menunjukkan bahwa hujan ekstrem masih menjadi ancaman serius meski upaya normalisasi sungai terus digenjot. Genangan di Jakarta Timur, Selatan, dan pesisir utara tetap tinggi, ditambah banjir rob yang terus mengganggu. Respons cepat dari BPBD, pompa air, dan evakuasi preventif menjadi harapan utama mengurangi dampak. Namun prakiraan hujan lanjutan hingga akhir Januari menuntut kewaspadaan ekstra. Warga Jakarta diminta tetap pantau informasi resmi, hindari daerah rawan, dan siapkan diri menghadapi cuaca buruk. Semoga genangan segera surut total dan ibu kota bisa kembali normal tanpa korban tambahan. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan kerjasama bisa meminimalkan kerugian. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!











Leave a Reply