Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera hingga Papua

Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera hingga Papua

Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera hingga Papua. Cuaca ekstrem masih menguasai sebagian besar wilayah Indonesia sepanjang awal Februari 2026. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang melanda hampir seluruh Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan potensi banjir, longsor, dan banjir bandang dalam beberapa hari ke depan. Fenomena La Niña yang masih aktif ditambah bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa membuat curah hujan jauh di atas normal. Ribuan warga sudah terdampak, dan ratusan titik rawan banjir serta longsor terus dipantau ketat. INFO PROPERTI

Kondisi Cuaca di Sumatera dan Jawa: Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera hingga Papua

Sumatera menjadi wilayah paling parah terdampak. Hujan deras sejak akhir Januari menyebabkan banjir di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan. Di Medan dan sekitarnya, genangan air masih menggenangi puluhan ruas jalan utama dan permukiman padat. Sungai Deli dan Sungai Belawan meluap di beberapa titik, memaksa evakuasi ratusan keluarga. Di Riau, banjir rob diperparah hujan darat membuat ribuan hektare sawit dan kebun masyarakat terendam.
Sumatera Barat dan Bengkulu mencatat longsor berulang. Jalan lintas Sumatera di beberapa segmen terputus akibat material longsor yang menutup badan jalan. Di Padang dan Painan, hujan dengan intensitas lebih dari 150 mm per hari memicu banjir bandang di lereng-lereng curam. Jawa Barat dan Banten juga tidak luput. Curah hujan ekstrem di Bogor, Sukabumi, dan Lebak menyebabkan Sungai Ciliwung, Cisadane, dan Citarum naik drastis. Banjir di wilayah pinggiran Jakarta dan Bekasi kembali terjadi meski intensitasnya belum setinggi Januari lalu.

Situasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua: Cuaca Ekstrem Ancam Sumatera hingga Papua

 

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami banjir luas akibat luapan Sungai Barito, Kapuas, dan Martapura. Di Banjarmasin, air setinggi lutut masih menggenangi kawasan pasar dan permukiman padat. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah juga dilanda hujan lebat. Makassar dan sekitarnya mencatat genangan parah di kawasan pinggiran, sementara di Palu dan Donggala longsor kecil kerap terjadi di jalur pegunungan.
Maluku dan Papua menjadi wilayah dengan potensi bahaya tertinggi saat ini. Bibit siklon tropis di Laut Banda dan Samudra Pasifik utara Papua memicu hujan sangat lebat. Di Ambon, Ternate, dan Sorong, curah hujan harian mencapai 200–300 mm, menyebabkan banjir bandang dan longsor di daerah perbukitan. Papua Pegunungan mencatat beberapa titik longsor yang memutus akses jalan menuju Wamena dan Timika. Di Papua Barat, banjir rob diperparah hujan darat membuat pelabuhan dan bandara kecil sempat terganggu.
Di banyak daerah, angin kencang hingga 45–60 km/jam ikut memperburuk situasi. Pohon tumbang dan baliho roboh dilaporkan di berbagai kota, sementara petir menyambar beberapa kali menyebabkan kebakaran kecil pada bangunan dan gardu listrik.

Upaya Penanganan dan Peringatan

Pemerintah daerah bersama BNPB dan Basarnas terus melakukan evakuasi warga di titik rawan. Posko bantuan didirikan di kabupaten-kabupaten terdampak, dengan distribusi logistik makanan, air bersih, dan obat-obatan diprioritaskan. Tim gabungan juga membersihkan saluran drainase dan sungai yang tersumbat material longsor untuk mengurangi risiko banjir susulan.
BMKG memperpanjang peringatan dini hingga setidaknya 7 Februari 2026. Masyarakat diminta menghindari sungai dan lereng curam, tidak memaksakan diri melintasi genangan dalam, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor seperti retakan tanah atau suara gemuruh. Sekolah dan kantor di beberapa daerah menerapkan work from home atau pembelajaran daring untuk mengurangi risiko di jalan.

Kesimpulan

Cuaca ekstrem yang melanda dari Sumatera hingga Papua pada awal Februari 2026 menunjukkan betapa rentannya Indonesia terhadap dampak La Niña dan sistem tekanan rendah tropis. Banjir, longsor, dan genangan air telah mengganggu kehidupan jutaan warga, merusak infrastruktur, dan mengancam keselamatan. Meski pemerintah berupaya maksimal menangani dampak, kunci utama tetap ada pada kewaspadaan masyarakat dan kepatuhan terhadap peringatan dini. Jika hujan mulai mereda seperti yang diprediksi dalam beberapa hari ke depan, pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Namun, selama periode ini masih berlangsung, prioritas utama adalah menjaga keselamatan dan mengurangi korban seminimal mungkin.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *