Banjir Karawang Masih Menggenang Pekan Ini. Banjir yang melanda Kabupaten Karawang sejak akhir Januari 2026 masih belum sepenuhnya surut hingga awal Februari. Hujan intensif yang dipicu siklon tropis PENHA di Samudra Hindia selatan Jawa terus memperparah genangan di 18 kecamatan. BPBD Karawang mencatat lebih dari 45.000 jiwa terdampak, dengan sekitar 9.200 orang mengungsi sementara ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai desa. Genangan air mencapai 50–150 cm di kawasan rendah, mengganggu akses jalan nasional dan aktivitas ekonomi. Meski debit sungai mulai menurun, pompa dan drainase yang tersumbat membuat air sulit surut di beberapa titik. REVIEW FILM
Wilayah Terdampak dan Tinggi Genangan: Banjir Karawang Masih Menggenang Pekan Ini
Genangan terparah terjadi di Kecamatan Karawang Timur, Karawang Barat, Klari, Telukjambe, dan Purwasari. Beberapa titik kritis:
Desa Purwasari dan Klari: genangan 100–150 cm, merendam ratusan rumah dan sawah.
Kecamatan Karawang Timur: Jalan Raya Pantura terendam hingga 80 cm, lalu lintas macet total di beberapa segmen.
Kawasan industri di Telukjambe dan Klari: beberapa pabrik terendam, produksi terhenti sementara.
Kecamatan Cilamaya Wetan dan Tirtajaya: banjir rob dari Sungai Citarum dan Sungai Cilamaya mencapai 70–120 cm.
Curah hujan kumulatif sejak 28 Januari mencapai 350–500 mm di hulu Citarum dan Bekasi, menyebabkan debit Sungai Citarum naik drastis dan meluap ke Karawang bagian utara. BMKG memprediksi hujan sedang-lebat masih mungkin terjadi hingga 9 Februari, sehingga genangan diperkirakan baru surut penuh pekan depan.
Dampak Ekonomi dan Sosial: Banjir Karawang Masih Menggenang Pekan Ini
Banjir telah mengganggu aktivitas ekonomi di kawasan industri Karawang yang menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar di Jawa Barat. Beberapa pabrik otomotif dan tekstil menghentikan operasional sementara karena genangan di akses jalan dan gudang. Ribuan pekerja terdampak, baik karena sulit datang ke tempat kerja maupun karena produksi terhenti.
Dari sisi sosial, lebih dari 9.200 jiwa mengungsi di 42 posko. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan; beberapa posko melaporkan kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akibat air tercemar. Distribusi logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan terus dilakukan oleh BPBD, PMI, Tagana, dan relawan. Beberapa sekolah di kecamatan terdampak diliburkan hingga Senin 9 Februari.
Upaya Penanganan dan Rekomendasi
BPBD Karawang bersama Dinas PU, TNI-Polri, dan relawan mengoperasikan 45 unit pompa air dan 12 excavator untuk mempercepat penyedotan genangan. Normalisasi Sungai Citarum dan Sungai Cilamaya terus dilakukan, meski debit masih tinggi. Posko utama di Kecamatan Karawang Timur melayani ribuan pengungsi dengan dapur umum dan layanan kesehatan mobile.
BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat:
Hindari melintasi genangan air yang dalam atau arus deras.
Waspada banjir susulan jika hujan lebat kembali terjadi.
Tidak memaksakan melintasi jalan yang terendam.
Pantau informasi resmi melalui aplikasi Info BMKG dan BPBD setempat.
Pemerintah Kabupaten Karawang menyatakan status tanggap darurat hingga 12 Februari dan meminta bantuan provinsi serta pusat untuk percepatan penyedotan dan perbaikan drainase.
Kesimpulan
Banjir di Karawang yang masih menggenang pekan ini menjadi dampak lanjutan dari hujan ekstrem yang dipicu siklon PENHA. Meski debit sungai mulai menurun, genangan di kawasan rendah dan industri tetap tinggi, memengaruhi puluhan ribu jiwa dan aktivitas ekonomi. Upaya penanganan BPBD, TNI-Polri, dan relawan sudah berjalan intensif, namun pemulihan penuh diperkirakan butuh waktu satu pekan lagi. Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak memaksakan aktivitas di zona genangan. Semoga hujan segera reda dan warga bisa kembali ke rumah dengan aman. Banjir ini sekali lagi menegaskan perlunya normalisasi sungai dan drainase yang lebih baik di Karawang. Tetap sabar dan saling bantu sesama warga terdampak.











Leave a Reply