Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

ABAC 2026: Fokus Investasi Hijau & Digital

ABAC 2026: Fokus Investasi Hijau & Digital

ABAC 2026: Fokus Investasi Hijau & Digital. Pertemuan Dewan Penasihat Bisnis APEC (ABAC) 2026 yang sedang berlangsung di bawah kepemimpinan China kembali menempatkan dua isu besar sebagai prioritas utama: investasi hijau dan transformasi digital. Pada pertemuan pertama di Jakarta (7–9 Februari 2026) dan rangkaian diskusi lanjutan, anggota ABAC dari 21 ekonomi APEC sepakat bahwa kedua sektor ini menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi kawasan pasca-pandemi sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim. Indonesia, sebagai salah satu penggerak utama, aktif mendorong kolaborasi konkret di kedua bidang tersebut. Dengan tema “Openness, Connectivity, Synergy”, ABAC 2026 ingin memastikan investasi hijau dan digital tidak hanya tumbuh, tapi juga inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anggota. BERITA TERKINI

Dorongan Investasi Hijau di Kawasan Asia-Pasifik: ABAC 2026: Fokus Investasi Hijau & Digital

Investasi hijau menjadi salah satu fokus terkuat dalam agenda ABAC tahun ini. Para pemimpin bisnis menekankan perlunya percepatan transisi energi menuju sumber terbarukan, pengurangan emisi karbon, serta pembangunan infrastruktur rendah karbon. China sebagai tuan rumah APEC 2026 menyoroti komitmennya dalam memperluas investasi pada teknologi ramah lingkungan, termasuk baterai kendaraan listrik, energi surya, dan hidrogen hijau.
Banyak anggota ABAC, termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan Australia, mendorong pembentukan kerangka pembiayaan hijau yang lebih mudah diakses oleh UMKM dan perusahaan menengah. Salah satu rekomendasi utama adalah penguatan instrumen keuangan seperti green bond, sustainability-linked loan, dan carbon credit yang dapat diperdagangkan lintas batas. Indonesia secara khusus menawarkan pengalaman dalam pengembangan bioenergi, geothermal, dan proyek mangrove sebagai carbon sink, sekaligus mengajak mitra APEC untuk berinvestasi di sektor tersebut.
Diskusi juga menyentuh pentingnya standar lingkungan yang harmonis di kawasan agar tidak menjadi hambatan perdagangan. Para peserta sepakat bahwa investasi hijau harus menciptakan lapangan kerja hijau dan mendukung ketahanan energi, terutama di negara berkembang yang masih bergantung pada batu bara dan minyak. Target jangka pendek yang dibahas adalah peningkatan aliran investasi hijau hingga 30–40 persen dari total FDI di kawasan APEC pada akhir dekade ini.

Percepatan Transformasi Digital dan Inklusi: ABAC 2026: Fokus Investasi Hijau & Digital

Di sisi digital, ABAC 2026 menegaskan bahwa konektivitas digital adalah tulang punggung ekonomi masa depan. Fokus utama meliputi perluasan infrastruktur broadband, penguatan keamanan siber, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas sektor tradisional seperti pertanian, manufaktur, dan logistik.
Indonesia kembali menonjolkan keberhasilan perluasan QRIS lintas negara sebagai model pembayaran digital yang inklusif. Saat ini QRIS sudah terhubung dengan beberapa negara APEC seperti Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia, serta sedang dalam tahap negosiasi dengan China dan Thailand. Inisiatif ini dianggap dapat mengurangi biaya transaksi, mempercepat perdagangan UMKM, dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat unbanked.
Selain itu, dibahas pula persiapan menghadapi teknologi masa depan seperti komputasi kuantum dan 6G. Para anggota ABAC sepakat untuk mendorong kolaborasi riset dan pengembangan (R&D) lintas ekonomi agar manfaat teknologi digital tidak hanya dinikmati negara maju. Rekomendasi lain termasuk pembentukan standar etika AI regional dan kerangka perlindungan data yang saling mengakui, sehingga perdagangan layanan digital bisa berjalan lebih lancar tanpa hambatan regulasi yang berlebihan.

Tantangan dan Rekomendasi Bersama

Meski optimisme tinggi, tantangan tetap ada. Investasi hijau masih menghadapi kendala biaya tinggi dan risiko politik di beberapa negara. Di sektor digital, kesenjangan infrastruktur antara ekonomi besar dan kecil, serta ancaman keamanan siber, menjadi isu yang terus dibahas. ABAC menekankan perlunya kemitraan publik-swasta yang lebih erat serta dukungan kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi hambatan tersebut.
Rekomendasi yang akan dibawa ke pertemuan pemimpin APEC nanti meliputi percepatan moratorium e-commerce, penguatan kapasitas UMKM dalam ekosistem digital, serta pembentukan dana bersama untuk proyek hijau dan digital di negara berkembang. Indonesia mendorong agar APEC menjadi platform utama bagi kolaborasi nyata, bukan sekadar diskusi.

Kesimpulan

ABAC 2026 berhasil menempatkan investasi hijau dan transformasi digital sebagai dua pilar utama pembangunan ekonomi kawasan Asia-Pasifik. Dengan dorongan kuat dari berbagai ekonomi anggota, termasuk Indonesia, forum ini tidak hanya membahas visi besar, tapi juga mendorong langkah konkret seperti perluasan QRIS, penguatan green financing, dan kolaborasi teknologi. Di tengah tekanan perubahan iklim dan persaingan digital global, kesepakatan ABAC tahun ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Ke depan, implementasi rekomendasi ini akan menjadi ukuran sejauh mana komitmen bersama dapat diwujudkan demi kemakmuran kawasan yang lebih hijau dan terkoneksi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *