Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Banjir & Longsor di Tapanuli Tengah Sumut

Banjir & Longsor di Tapanuli Tengah Sumut

Banjir & Longsor di Tapanuli Tengah Sumut. Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Sumatera Utara sejak 17 Februari 2026 memicu banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Hingga pagi 20 Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat 14 desa di empat kecamatan terdampak parah, dengan total 2.847 jiwa mengungsi dan 1.128 rumah terendam atau rusak. Banjir bandang dan longsor terjadi bersamaan di wilayah dataran rendah dan lereng bukit, memutus akses jalan nasional serta beberapa jembatan kecil. Korban jiwa dilaporkan 3 orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Kecamatan Sitahuis dan 1 orang hilang di Kecamatan Badiri. Situasi ini menjadi salah satu bencana hidrometeorologi terbesar di Sumut pada awal 2026, dan pemerintah daerah bersama BNPB Provinsi Sumut langsung menggelar posko darurat serta evakuasi massal. BERITA TERKINI

Kronologi dan Dampak di Lapangan: Banjir & Longsor di Tapanuli Tengah Sumut

Hujan lebat mulai turun sejak malam 17 Februari dan berlangsung hampir tanpa henti hingga dini hari 18 Februari. Curah hujan di Pos Hujan Sitahuis mencapai 210 mm dalam 24 jam, melebihi normal bulanan Februari. Akibatnya:
Kecamatan Sitahuis dan Badiri mengalami longsor di 7 titik, menimbun 14 rumah dan menutup akses jalan utama ke Sibolga selama lebih dari 18 jam.
Banjir bandang di Kecamatan Barus dan Sorkam Barat merendam 812 rumah dan 3 sekolah, dengan ketinggian air mencapai 1,5–2 meter di beberapa titik.
Jembatan gantung di Desa Aek Habil putus, memutus akses ke 5 desa pedalaman.
Total 2.847 jiwa mengungsi ke 12 posko sementara di balai desa dan masjid.
Tidak ada korban jiwa tambahan setelah 18 Februari, tapi 12 orang luka-luka akibat tertimpa material longsor dan banjir. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, terutama pada sektor pertanian (sawah dan kebun kopi) serta infrastruktur jalan dan jembatan. Petugas gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan relawan masih melakukan pencarian terhadap 1 korban hilang di aliran sungai Aek Manis.

Upaya Penanganan dan Respons Pemerintah: Banjir & Longsor di Tapanuli Tengah Sumut

BPBD Tapanuli Tengah membuka posko utama di Kecamatan Sitahuis dan Barus sejak 18 Februari malam. Evakuasi warga dilakukan menggunakan perahu karet dan truk TNI. Hingga 20 Februari pagi, bantuan logistik berupa 5.200 paket sembako, 1.800 selimut, 800 matras, dan ribuan masker sudah didistribusikan. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyatakan siaga penuh dan menginstruksikan penyaluran bantuan tunai serta rehabilitasi darurat. Kementerian PUPR menurunkan tim untuk memperbaiki jembatan darurat, sementara Kementerian Sosial mengalokasikan dana siaga bencana tahap awal Rp 1,2 miliar. BMKG memperpanjang peringatan dini hingga 23 Februari dengan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Sumatera Utara bagian barat. Pemerintah kabupaten juga meminta warga di zona merah longsor untuk sementara mengungsi ke posko yang lebih aman.

Kesimpulan

Banjir dan longsor di Tapanuli Tengah pada 17–18 Februari 2026 menjadi pengingat keras bahwa musim hujan di Sumatera Utara tahun ini berpotensi lebih ekstrem dari biasanya. BNPB dan BPBD setempat mencatat 14 desa terdampak, 3 korban meninggal, 1 hilang, serta ribuan jiwa mengungsi menunjukkan betapa seriusnya ancaman hidrometeorologi di wilayah pegunungan dan pesisir. Di tengah Februari 2026, respons cepat pemerintah daerah dan provinsi serta kesiapsiagaan warga menjadi kunci untuk meminimalkan korban dan kerugian. Kejadian ini juga menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tahan bencana, penataan sungai, dan edukasi mitigasi di daerah rawan. Semoga hujan ke depan tidak lagi menimbulkan korban jiwa, dan masyarakat tetap waspada sambil terus beradaptasi dengan pola cuaca yang semakin tidak menentu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *