Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Banjir & Longsor Terus di Jawa Awal 2026

Banjir & Longsor Terus di Jawa Awal 2026

Awal tahun 2026 langsung diwarnai bencana hidrometeorologi beruntun di Pulau Jawa. Banjir dan tanah longsor terus melanda sejak akhir Januari hingga memasuki Februari, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. BNPB mencatat ratusan kejadian dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, dengan korban jiwa mencapai puluhan orang, ribuan rumah rusak, dan puluhan ribu jiwa terdampak. REVIEW FILM

Pemicu Cuaca Ekstrem yang Masih Aktif: Banjir & Longsor Terus di Jawa Awal 2026

Penguatan Monsun Asia yang berlangsung lebih lama dari biasanya menjadi penyebab utama. Massa udara lembab dari utara bertemu dengan zona konvergensi di selatan Jawa, menciptakan hujan lebat hingga sangat lebat secara berkepanjangan. BMKG mencatat curah hujan ekstrem di beberapa titik: Bogor mencapai 180 mm/hari, Bekasi 150 mm/hari, dan wilayah lereng Gunung Merapi-Sumbing di Jawa Tengah bahkan mendekati 200 mm dalam 24 jam. Kondisi tanah yang sudah jenuh air dari hujan sebelumnya membuat longsor mudah terjadi di lereng curam, sementara luapan sungai dan drainase kota memperparah banjir genangan di dataran rendah.

Situasi Terkini di Jawa Barat: Banjir & Longsor Terus di Jawa Awal 2026

Jawa Barat tetap menjadi episentrum bencana. Di Kabupaten Bandung Barat, longsor susulan di Cisarua dan Lembang menewaskan tambahan korban setelah kejadian besar akhir Januari—total korban jiwa di wilayah ini sudah melewati 70 orang, dengan puluhan masih dalam pencarian. Di Subang dan Karawang, banjir kiriman dari hulu Sungai Citarum masih merendam ribuan rumah hingga ketinggian 1–2 meter. Genangan di Bekasi dan sekitar Jakarta Utara juga belum sepenuhnya surut, meski debit Sungai Ciliwung mulai menurun. Ribuan warga mengungsi ke posko-posko darurat, masjid, dan sekolah yang dijadikan tempat penampungan sementara. BPBD Jabar melaporkan lebih dari 15.000 jiwa terdampak langsung di provinsi ini saja dalam dua minggu terakhir.

Kondisi di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Di Jawa Tengah, longsor dan banjir bandang mendominasi wilayah lereng Gunung Merbabu, Merapi, dan Sumbing. Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Temanggung mencatat puluhan titik longsor yang menutup jalan provinsi dan desa-desa terisolasi. Banjir di pesisir utara seperti Demak, Kudus, dan Pati juga parah akibat luapan Sungai Wulan dan Drainase Pantura yang tersumbat. Di Jawa Timur, hujan lebat memicu banjir genangan di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, sementara lereng Gunung Lawu dan Wilis di Pacitan serta Trenggalek mengalami longsor berulang. Debit Sungai Brantas dan Bengawan Solo naik signifikan, memaksa pintu air dibuka secara bertahap untuk mencegah jebolnya tanggul. Total korban jiwa di dua provinsi ini mencapai belasan orang, dengan ratusan rumah rusak berat dan ribuan hektare sawah terendam.

Penanganan dan Tantangan ke Depan

Pemerintah pusat dan daerah bergerak cepat: operasi SAR gabungan TNI-Polri-BPBD terus berjalan, distribusi logistik darurat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan digencarkan, serta evakuasi warga dari zona merah dilakukan secara proaktif. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan percepatan normalisasi sungai besar dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Jawa. Namun, tantangan tetap besar: cuaca ekstrem diprediksi masih berlangsung hingga pertengahan Februari, tanah longsor susulan rawan terjadi, dan banyak infrastruktur jalan serta jembatan rusak akibat banjir bandang. Masyarakat diimbau tetap waspada, hindari lereng curam saat hujan deras, dan ikuti peringatan dini BMKG serta BPBD setempat.

Kesimpulan

Banjir dan longsor yang terus berlanjut di Jawa pada awal 2026 ini jadi pengingat keras bahwa puncak musim hujan masih sangat berbahaya. Dengan puluhan korban jiwa, ribuan rumah rusak, dan puluhan ribu jiwa terdampak, situasi ini menuntut kesiapsiagaan maksimal dari semua pihak. Mitigasi jangka panjang seperti reboisasi lereng, normalisasi sungai, dan perbaikan sistem drainase kota harus dipercepat agar kejadian serupa tak lagi jadi rutinitas tahunan. Semoga upaya penanganan cepat membuahkan hasil, korban segera terdata lengkap, dan wilayah terdampak bisa pulih secepat mungkin di tengah cuaca yang masih tak menentu. Tetap waspada dan saling bantu, karena musim hujan belum usai.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *