Banjir Muara Enim Sumsel Surut Setelah Hujan. Banjir yang sempat merendam beberapa kelurahan di Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kini sudah berangsur surut. Hujan deras yang turun sejak akhir Januari hingga awal Februari 2026 memicu genangan air, tetapi setelah intensitas hujan menurun, air perlahan surut dan warga mulai bernapas lega. Kejadian ini mengingatkan kita akan kerentanan wilayah ini terhadap curah hujan tinggi, terutama di area dengan drainase yang masih terbatas. Meski tidak ada korban jiwa, dampaknya cukup mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. INFO PROPERTI
Penyebab Banjir: Banjir Muara Enim Sumsel Surut Setelah Hujan
Banjir ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi selama malam Sabtu hingga dini hari Minggu, sekitar 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 02.45 WIB. Sistem drainase dan gorong-gorong di wilayah tersebut tidak mampu menampung volume air yang datang begitu cepat. Selain itu, beberapa sungai kecil mengalami luapan karena debit air meningkat tajam, ditambah saluran air yang tersumbat lumpur atau sampah. Kondisi topografi Muara Enim yang relatif rendah membuat air mudah menggenang di kelurahan-kelurahan rawan seperti Muara Enim, Air Lintang, Pasar 1, dan Pasar 2. Hujan deras ini bukan yang pertama kali terjadi, tetapi kali ini debit air cukup signifikan hingga menggenangi jalan dan rumah-rumah warga dengan ketinggian hingga 30-50 sentimeter di beberapa titik.
Dampak yang Dialami Warga: Banjir Muara Enim Sumsel Surut Setelah Hujan
Sekitar 70 kepala keluarga atau kurang lebih 136 jiwa terdampak langsung. Rumah-rumah di empat kelurahan tersebut terendam, mengakibatkan kerusakan pada perabot rumah tangga, barang elektronik, dan bahan makanan. Akses jalan sempat terhalang genangan setinggi 30 sentimeter, sehingga mobilitas warga terganggu. Banyak keluarga harus mengungsi sementara ke tempat yang lebih tinggi atau rumah kerabat. Aktivitas ekonomi lokal juga lumpuh sementara waktu, termasuk pedagang di pasar tradisional yang terkena imbas. Meski banjir tidak terlalu dalam di semua tempat, kekhawatiran akan banjir susulan membuat warga tetap waspada, terutama karena prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan lanjutan. Anak-anak sekolah pun sempat diliburkan di beberapa titik untuk menghindari risiko.
Respons dan Penanganan
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim langsung turun ke lapangan sejak dini hari. Mereka melakukan evakuasi warga terdampak, pendataan kerusakan, serta kaji cepat situasi. Warga dibantu untuk membersihkan lumpur dan mengeringkan rumah setelah air surut. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan sesuai informasi dari BMKG. Upaya jangka panjang yang disarankan meliputi perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, dan pembuatan kolam retensi agar air lebih mudah dialirkan. Masyarakat setempat juga aktif membantu satu sama lain, mulai dari gotong royong membersihkan lingkungan hingga berbagi bantuan logistik sederhana. Hingga awal Februari 2026, banjir telah surut sepenuhnya di sebagian besar area, meski beberapa jalan masih perlu dipantau.
Kesimpulan
Banjir di Muara Enim yang surut setelah hujan deras ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Meski dampaknya relatif terkendali dan tidak ada korban jiwa, kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan infrastruktur drainase dan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Pemerintah daerah bersama warga diharapkan terus bekerja sama agar ke depan banjir serupa bisa diminimalisir. Dengan cuaca yang masih fluktuatif, kewaspadaan tetap menjadi kunci agar kehidupan sehari-hari bisa kembali normal dengan cepat. Semoga Muara Enim semakin tangguh menghadapi tantangan alam ke depannya.











Leave a Reply