Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Banjir Rob Kembali Rendam Pantai Utara Jakarta

Banjir Rob Kembali Rendam Pantai Utara Jakarta

Banjir Rob Kembali Rendam Pantai Utara Jakarta. Banjir rob kembali menerjang pesisir utara Jakarta pada Jumat pagi hingga siang (13 Februari 2026). Air laut pasang tinggi mencapai 1,4–1,7 meter di atas permukaan normal, merendam belasan kelurahan di Kecamatan Penjaringan, Cilincing, Koja, dan Tanjung Priok. Genangan air asin setinggi lutut hingga dada orang dewasa melumpuhkan aktivitas warga, merusak puluhan rumah panggung, dan mengganggu lalu lintas di Jalan Pluit hingga Jalan Raya Pelabuhan. BPBD DKI Jakarta mencatat sekitar 1.200 rumah terdampak, dengan 320 di antaranya mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Banjir rob kali ini menjadi yang terparah dalam tiga bulan terakhir, ditambah hujan deras sejak Rabu malam yang memperburuk drainase kota. INFO DJ

Penyebab dan Dampak Langsung: Banjir Rob Kembali Rendam Pantai Utara Jakarta

Banjir rob dipicu kombinasi fenomena alam dan faktor lingkungan. Pasang tinggi maksimum (king tide) mencapai 2,3 meter di Pelabuhan Tanjung Priok pada pukul 05.15 WIB, ditambah angin kencang dari arah utara yang mendorong gelombang lebih tinggi dari biasanya. Curah hujan 110–140 mm dalam 48 jam terakhir membuat sistem drainase kota kewalahan: saluran tersumbat sampah, sedimentasi di muara Sungai Angke dan Sungai Pluit, serta hilangnya ruang terbuka hijau mempercepat intrusi air laut ke daratan.
Dampak terasa luas di kawasan pesisir. Di Kelurahan Pluit, Kamal Muara, dan Marunda, air asin merendam ratusan rumah panggung hingga ketinggian 90–130 cm. Puluhan perahu nelayan terseret dan rusak, stok ikan asin serta garam di gudang kecil hancur terendam. Jalan poros Pluit–Ancol dan Jalan Raya Pelabuhan tertutup genangan hingga 60 cm, memaksa pengendara memutar lewat jalur dalam kota yang juga macet. Sekitar 2.800 jiwa mengungsi ke masjid, gereja, dan balai RT setempat. Dua anak kecil sempat terpeleset di genangan dan mengalami luka ringan, sementara beberapa lansia mengeluh sesak napas akibat udara lembap dan bau lumpur asin. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp10–15 miliar, terutama dari perabot rumah tangga, peralatan nelayan, dan stok dagangan kecil.

Upaya Penanganan dan Bantuan: Banjir Rob Kembali Rendam Pantai Utara Jakarta

Pemprov DKI Jakarta langsung menetapkan status siaga darurat sejak Kamis malam. BPBD DKI bersama Dinas PU, Dinas Kelautan dan Perikanan, TNI-Polri, Tagana, dan relawan PMI mendirikan posko utama di Balai Kota dan posko pendukung di empat kelurahan terdampak. Sebanyak 18 perahu karet dan tim evakuasi dikerahkan untuk menjangkau rumah-rumah panggung yang terisolasi.
Bantuan logistik berupa paket sembako, air minum, selimut, dan tikar sudah mulai disalurkan ke posko pengungsian. Dinas Kesehatan DKI mendirikan posko kesehatan darurat untuk memantau potensi penyakit kulit, diare, dan ISPA akibat air asin dan kelembapan tinggi. PLN memulihkan listrik secara bertahap setelah beberapa gardu terendam, sementara PDAM memastikan pasokan air bersih ke pengungsian. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau warga membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan agar banjir rob tidak semakin parah. BNPB menyatakan siap mengalokasikan dana siaga tambahan jika genangan tidak surut dalam 72 jam ke depan.

Kesimpulan

Banjir rob yang merendam pesisir utara Jakarta pada 13 Februari 2026 menjadi pengingat bahwa kota pantai seperti Jakarta sangat rentan terhadap pasang tinggi dan perubahan iklim. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini telah mengganggu kehidupan ribuan warga, merusak mata pencaharian nelayan, dan menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Respons cepat Pemprov DKI dan BNPB patut diapresiasi, terutama dalam evakuasi dan distribusi bantuan. Namun solusi jangka panjang harus segera diwujudkan: restorasi mangrove, normalisasi saluran drainase, pembangunan tanggul rob yang lebih kokoh, dan relokasi bertahap bagi pemukiman paling rawan. Banjir rob memang sering terjadi di musim transisi, tapi frekuensi dan intensitas yang semakin meningkat seharusnya jadi alarm keras bagi semua pihak. Semoga genangan segera surut dan warga pesisir Jakarta bisa kembali beraktivitas normal tanpa harus terus khawatir setiap kali pasang tinggi datang.

BACA SELENGKAPNYA DI….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *