Banyak Kendaraan Mogok di Gunung Sahari Jakpus Usai Banjir. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak dini hari kembali membuat kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, lumpuh total. Genangan air setinggi lebih dari satu meter menutupi hampir seluruh badan jalan utama, menyebabkan ratusan kendaraan mogok di tempat. Dari mobil pribadi, sepeda motor, hingga angkutan umum, semuanya terjebak dalam air keruh yang mengandung lumpur dan sampah. Kejadian ini terjadi pada puncak jam pulang kerja, membuat ribuan warga terlantar di tengah jalan tanpa bisa bergerak maju maupun mundur. Banjir kali ini bukan hanya soal genangan biasa, melainkan bencana yang langsung melumpuhkan mobilitas salah satu arteri utama ibu kota. INFO GAME
Penyebab Banjir dan Faktor Pendukung Kerusakan Kendaraan: Banyak Kendaraan Mogok di G unung Sahari Jakpus Usai Banjir
Curah hujan ekstrem yang mencapai lebih dari 120 mm dalam waktu kurang dari empat jam menjadi pemicu utama. Sistem drainase di kawasan Gunung Sahari, yang sudah berusia puluhan tahun, tidak mampu menampung volume air sebesar itu. Saluran pembuangan utama tersumbat oleh tumpukan sampah plastik, lumpur, dan bahkan puing konstruksi yang terbawa arus. Beberapa titik drainase juga mengalami kerusakan akibat penurunan tanah dan beban lalu lintas berat yang terus menerus.
Genangan yang bertahan lama—lebih dari enam jam—menyebabkan air masuk ke ruang mesin kendaraan. Mobil dengan intake rendah paling rentan; air langsung merendam komponen elektronik, alternator, dan knalpot, sehingga mesin mati total. Sepeda motor juga tidak luput, terutama yang mesinnya berada di posisi rendah. Banyak pengendara melaporkan bahwa kendaraan mereka mogok setelah melewati genangan setinggi setengah roda, dan tidak bisa dihidupkan kembali meski sudah didorong ke tempat kering. Kerusakan ini tidak hanya pada mesin, tapi juga sistem kelistrikan yang sering kali harus diganti seluruhnya.
Dampak terhadap Pengguna Jalan dan Aktivitas Sekitar: Banyak Kendaraan Mogok di Gunung Sahari Jakpus Usai Banjir
Kemacetan mencapai panjang hampir 5 kilometer di kedua arah, membuat akses menuju Mangga Dua, Pasar Baru, dan kawasan Tanah Abang nyaris terputus. Ribuan pekerja kantor yang pulang sore terjebak di dalam kendaraan selama berjam-jam, beberapa sampai memilih meninggalkan mobil dan berjalan kaki mencari transportasi alternatif. Angkutan umum seperti bus dan angkot juga terdampak berat; banyak yang mogok di tengah genangan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Aktivitas ekonomi di sekitar kawasan terhenti. Pedagang kaki lima dan toko-toko kecil di pinggir jalan mengalami penurunan drastis karena pelanggan tidak bisa mendekat. Beberapa perusahaan di gedung-gedung sekitar terpaksa memulangkan karyawan lebih awal atau memberlakukan kerja dari rumah sementara. Petugas medis dan ambulans kesulitan menjangkau pasien karena jalan utama tidak bisa dilalui, menambah kekhawatiran bagi warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
Penanganan di Lapangan dan Harapan ke Depan
Tim gabungan dari Dinas Penanggulangan Bencana, Dinas Sumber Daya Air, dan kepolisian langsung turun ke lokasi sejak sore. Pompa air berkapasitas besar dikerahkan di beberapa titik untuk mempercepat penyedotan, sementara truk derek mengevakuasi puluhan kendaraan mogok. Hingga malam, sebagian besar genangan sudah surut hingga tinggal lutut, meski beberapa segmen masih berlumpur tebal dan sulit dilalui.
Warga berharap pemerintah kota segera melakukan pembersihan menyeluruh saluran drainase, pengerukan lumpur, dan perbaikan pipa yang rusak. Ada juga usulan agar dibangun kolam retensi tambahan di hulu kawasan serta peningkatan kapasitas pompa permanen. Pengawasan ketat terhadap pembuangan sampah di sepanjang kali dan jalan juga dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terulang setiap hujan deras tiba.
Kesimpulan
Banjir di Gunung Sahari yang menyebabkan ratusan kendaraan mogok menjadi pengingat pahit bahwa infrastruktur drainase Jakarta masih jauh dari kata memadai. Kerugian materiil, waktu terbuang, dan risiko keselamatan menjadi beban berat bagi ribuan warga setiap musim hujan. Meski penanganan cepat sudah dilakukan, solusi jangka panjang harus segera direalisasikan agar kawasan ini tidak terus menjadi langganan banjir dan mogok massal. Pemerintah perlu bergerak lebih tegas dalam perbaikan sistem, pembersihan saluran, dan penegakan aturan pembuangan sampah. Tanpa langkah nyata, Gunung Sahari dan jalan-jalan utama Jakarta lainnya akan terus menjadi korban hujan deras yang seharusnya bisa diatasi dengan perencanaan yang lebih baik.











Leave a Reply