BMKG: Potensi Longsor & Banjir di Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan dini potensi longsor dan banjir di Jawa Barat hingga 6 Februari 2026. Status siaga diberlakukan untuk wilayah pegunungan selatan dan tengah provinsi tersebut karena curah hujan tinggi yang terus berlangsung sejak akhir Januari. Hingga pagi 5 Februari, hujan lebat sudah memicu longsor di Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur, serta banjir di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. BNPB Jawa Barat mencatat 7 korban meninggal dunia, 12 luka-luka, dan lebih dari 3.200 jiwa mengungsi akibat bencana ini. INFO SAHAM
Wilayah Rawan dan Intensitas Hujan: BMKG: Potensi Longsor & Banjir di Jawa Barat
BMKG mencatat curah hujan 180–320 mm dalam 36 jam terakhir di wilayah pegunungan Jawa Barat. Wilayah dengan potensi longsor dan banjir tinggi meliputi:
Kabupaten Bandung dan Kota Bandung: longsor di lereng Lembang dan Cisarua, tanah bergerak di Kecamatan Cimenyan dan Cileunyi.
Kabupaten Garut dan Tasikmalaya: longsor di lereng Gunung Cikuray dan Gunung Talaga Bodas, banjir bandang di Sungai Cimanuk dan Citanduy.
Kabupaten Cianjur dan Sukabumi: tanah bergerak di lereng Gunung Gede Pangrango, banjir di Sungai Citarum hulu.
Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta: genangan hingga 80–120 cm di kawasan rendah akibat luapan Sungai Citarum dan Cibeet.
Potensi hujan lebat masih tinggi hingga 6 Februari, terutama di wilayah selatan dan tengah Jawa Barat. Angin kencang 45–70 km/jam juga meningkatkan risiko pohon tumbang dan kerusakan bangunan ringan.
Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: BMKG: Potensi Longsor & Banjir di Jawa Barat
Hingga pagi 5 Februari, longsor dan banjir telah menewaskan 7 orang (4 di Garut, 2 di Bandung, 1 di Cianjur) dan melukai 12 lainnya. Lebih dari 3.200 jiwa mengungsi sementara ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai desa. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk rusaknya rumah, jembatan, jalan, sawah, dan infrastruktur listrik. Beberapa akses jalan nasional seperti jalur Bandung–Garut dan Sukabumi–Cianjur masih terputus karena longsor.
BPBD Jawa Barat telah mengaktifkan posko gabungan sejak 3 Februari. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, Tagana, PMI, dan relawan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, helikopter, dan alat berat. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke lebih dari 80 titik pengungsian. Gubernur Jawa Barat menyatakan status tanggap darurat di 12 kabupaten/kota terdampak dan memerintahkan percepatan penyedotan air serta pembersihan material longsor.
Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi
BMKG memperpanjang status siaga hingga 6 Februari dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan longsor susulan masih mungkin terjadi di Jawa Barat. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan, longsor di lereng curam, pohon tumbang, dan gelombang tinggi di pantai selatan. Rekomendasi utama:
Hindari aktivitas di tepi sungai dan lereng curam saat hujan lebat.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang.
Kesimpulan
Peringatan BMKG tentang potensi longsor dan banjir di Jawa Barat hingga 6 Februari 2026 harus menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah daerah. Hujan lebat yang berkepanjangan telah menimbulkan korban jiwa, pengungsian, dan kerugian material di berbagai wilayah. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah provinsi sudah terlihat, namun potensi bencana susulan tetap tinggi selama hujan masih intens. Semoga cuaca segera membaik dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci mengurangi dampak. Tetap aman dan saling bantu di tengah musim hujan yang masih panjang.











Leave a Reply