BNPB Pantau Bencana Hidrometeorologi Awal Feb. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempertahankan status siaga tinggi terhadap bencana hidrometeorologi di seluruh Indonesia hingga akhir Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan karena curah hujan tinggi yang masih dipengaruhi sisa massa udara basah ex-siklon PENHA dan aktivitas Monsun Asia. Hingga Sabtu 7 Februari pagi, BNPB mencatat 28 kejadian banjir, 19 longsor, dan 11 banjir bandang di 16 provinsi, dengan korban meninggal dunia mencapai 11 orang dan lebih dari 110.000 jiwa terdampak. Posko nasional BNPB di Jakarta tetap aktif 24 jam untuk koordinasi dengan BPBD provinsi dan kabupaten/kota. REVIEW FILM
Wilayah Rawan dan Kejadian Terbaru: BNPB Pantau Bencana Hidrometeorologi Awal Feb
BNPB memetakan 23 provinsi dengan status siaga tinggi, terutama Jawa, Sumatera selatan, Kalimantan bagian barat, Sulawesi selatan, dan Nusa Tenggara. Kejadian terbaru yang dilaporkan:
Jawa Tengah: banjir bandang di Kebumen, Purworejo, Cilacap; longsor di lereng Merapi-Merbabu menewaskan 4 orang dan memutus akses jalan nasional.
Jawa Barat: tanah bergerak di Garut dan Tasikmalaya; banjir di Ciamis dan Banjar akibat luapan Sungai Cimanuk.
Jawa Timur: banjir bandang di Pacitan dan Trenggalek; longsor di lereng Gunung Wilis.
Sulawesi Selatan: banjir di Makassar, Gowa, dan Maros; genangan hingga 1 meter di kawasan rendah.
NTB: banjir bandang di Lombok Timur dan Sumbawa Barat; longsor di lereng Gunung Rinjani.
Curah hujan kumulatif sejak akhir Januari mencapai 350–600 mm di wilayah pegunungan dan pesisir. BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi hingga 10 Februari, terutama saat puncak pasang tinggi.
Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: BNPB Pantau Bencana Hidrometeorologi Awal Feb
Total korban meninggal dunia mencapai 11 orang (5 di Jawa Tengah, 4 di Jawa Barat, 2 di Sulawesi Selatan). Lebih dari 110.000 jiwa terdampak, dengan sekitar 15.000 orang mengungsi sementara ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai desa. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, termasuk rusaknya rumah, jembatan, jalan, sawah, dan infrastruktur listrik. Beberapa akses jalan nasional seperti jalur Cilacap–Purworejo, Garut–Tasikmalaya, dan Manado–Bitung masih terputus karena longsor.
BNPB telah mengaktifkan posko nasional dan posko daerah sejak 3 Februari. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, Tagana, PMI, dan relawan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, helikopter, dan alat berat. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke lebih dari 400 titik pengungsian. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan prioritas utama adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Rekomendasi BNPB dan BMKG
BNPB dan BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap banjir susulan, longsor di lereng curam, pohon tumbang, dan gelombang tinggi di pantai. Rekomendasi utama:
Hindari aktivitas di tepi sungai, lereng curam, dan pantai saat cuaca ekstrem.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG dan Info Bencana BNPB.
Pemerintah daerah diminta mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang. BNPB juga menyiapkan stok bantuan logistik untuk 45 hari ke depan jika curah hujan tetap tinggi.
Kesimpulan
BNPB terus menjaga status siaga tinggi terhadap bencana hidrometeorologi awal Februari 2026 menyusul hujan lebat yang memicu banjir dan longsor di 16 provinsi. Korban jiwa mencapai 11 orang dan lebih dari 110.000 jiwa terdampak, namun respons cepat tim SAR dan distribusi bantuan sudah terlihat efektif. Potensi bencana susulan tetap tinggi selama hujan masih intens. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. Semoga cuaca segera membaik dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Kesiapsiagaan dan solidaritas tetap menjadi kunci menghadapi musim hujan yang masih panjang. Tetap aman dan saling bantu di tengah cuaca ekstrem ini.











Leave a Reply