Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Israel Sebutkan Kota Gaza Sebagai Tempat Tempur Berbahaya

israel-sebutkan-kota-gaza-sebagai-tempat-tempur-berbahaya

Israel Sebutkan Kota Gaza Sebagai Tempat Tempur Berbahaya. Pada Jumat, 29 Agustus 2025, militer Israel mengumumkan bahwa Kota Gaza, pusat populasi terbesar di Jalur Gaza, kini dianggap sebagai “tempat tempur berbahaya.” Pernyataan ini menandai eskalasi baru dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan kelompok militan Palestina, khususnya Hamas, yang telah berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pengumuman ini muncul bersamaan dengan penghentian jeda kemanusiaan harian yang sebelumnya memungkinkan distribusi bantuan di kota tersebut, memicu kekhawatiran akan dampak kemanusiaan yang serius. Artikel ini akan mengulas alasan di balik label “berbahaya” ini, kemungkinan Kota Gaza menjadi medan tempur dalam waktu dekat, dan respons warga setempat terhadap situasi ini. BERITA VOLI

Kenapa Kota Gaza Disebut Berbahaya
Militer Israel, melalui pernyataan resmi pada 29 Agustus 2025, menyebut Kota Gaza sebagai “tempat tempur berbahaya” karena dianggap sebagai benteng utama Hamas. Israel mengklaim bahwa kelompok militan ini masih memiliki infrastruktur signifikan di kota tersebut, termasuk terowongan, gudang senjata, dan pos komando. Operasi militer Israel baru-baru ini di pinggiran kota, seperti di lingkungan Zeitoun dan Sabra, menunjukkan adanya aktivitas militan yang intens, dengan laporan penemuan terowongan sepanjang satu kilometer yang dilengkapi ruang tinggal dan senjata. Selain itu, Israel menyatakan bahwa serangan roket dari Gaza ke wilayahnya, meskipun berkurang, masih berlangsung, menunjukkan bahwa Kota Gaza tetap menjadi pusat operasi militan. Penghentian jeda kemanusiaan, yang sebelumnya berlaku dari pukul 10.00 hingga 20.00 untuk memungkinkan masuknya bantuan, juga menjadi indikasi bahwa Israel mempersiapkan operasi militer skala besar, sehingga meningkatkan status risiko kota ini.

Apakah Dalam Waktu Dekat Ini Kota Gaza Akan Jadi Tempat Tempur
Kemungkinan Kota Gaza menjadi medan tempur dalam waktu dekat sangat tinggi. Militer Israel telah memulai “tahap awal” operasi di pinggiran kota, dengan serangan udara dan artileri yang menewaskan sedikitnya 41 warga Palestina sejak pagi 29 Agustus 2025, termasuk anak-anak dan mereka yang mencari makanan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengesahkan rencana untuk menguasai Kota Gaza, dengan 60.000 tentara cadangan dipanggil untuk memperkuat operasi ini. Pernyataan juru bicara militer Israel, Kolonel Avichay Adraee, bahwa mereka “tidak menunggu” dan sedang beroperasi dengan “kekuatan besar” di pinggiran kota, menegaskan bahwa serangan besar-besaran bisa terjadi kapan saja. Meski belum ada perintah evakuasi resmi untuk seluruh kota, peringatan untuk warga di Gaza Utara dan Jabalia agar mengungsi ke selatan menunjukkan bahwa Israel sedang mempersiapkan medan untuk operasi darat. Namun, rencana ini menuai kritik internasional, dengan PBB dan beberapa negara Eropa memperingatkan risiko bencana kemanusiaan, terutama karena kota ini menampung hampir satu juta orang, sebagian besar pengungsi.

Reaksi Masyarakat Kota Gaza Atas Hal Ini
Warga Kota Gaza bereaksi dengan campuran ketakutan, keputusasaan, dan kemarahan terhadap pengumuman ini. Banyak yang mulai mengungsi ke arah pantai atau selatan Gaza, meski sebagian merasa tidak ada tempat aman untuk pergi. Seorang warga, Mohammed Al-Adham, menggambarkan situasi sebagai “horor nyata,” dengan keluarganya terbunuh di depan matanya dan kini terpaksa berpindah tempat demi bertahan hidup. Pasar-pasar yang dulu ramai kini sepi, dan drone Israel yang menjatuhkan selebaran peringatan evakuasi semakin menambah kepanikan. Namun, tidak semua warga memilih pergi; beberapa memutuskan bertahan di rumah yang sudah rusak, menolak untuk mengungsi lagi setelah berkali-kali dipindahkan sejak Oktober 2023. Krisis kelaparan yang telah dikonfirmasi oleh PBB, dengan lebih dari 500.000 orang menghadapi kelaparan parah, memperburuk situasi. Banyak warga merasa terjebak antara ancaman serangan militer dan krisis kemanusiaan, dengan rumah sakit seperti Al-Shifa kehilangan kapasitas karena serangan dan kekurangan pasokan. Demonstrasi kecil juga terjadi, dengan warga mengecam blokade Israel yang menghambat bantuan makanan dan obat-obatan.

Kesimpulan: Israel Sebutkan Kota Gaza Sebagai Tempat Tempur Berbahaya
Pengumuman Israel yang menyebut Kota Gaza sebagai “tempat tempur berbahaya” menandakan eskalasi konflik yang dapat memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Alasan di balik label ini adalah keberadaan infrastruktur militan Hamas, yang mendorong Israel untuk mempersiapkan operasi militer besar. Dengan serangan awal yang sudah berlangsung dan penghentian jeda kemanusiaan, Kota Gaza berisiko menjadi medan tempur dalam waktu dekat, mengancam nyawa ribuan warga sipil. Reaksi warga yang penuh ketakutan dan keputusasaan mencerminkan dampak berat dari situasi ini, ditambah krisis kelaparan yang kian parah. Untuk mencegah bencana lebih lanjut, diperlukan langkah diplomasi internasional yang mendesak untuk mendorong gencatan senjata dan memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke warga Gaza. Tanpa solusi cepat, Kota Gaza bisa menghadapi penderitaan yang tak terbayangkan dalam waktu dekat.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *