Berita Terkini Urbandivers

Urbandivers merupakan situs yang menyediakan berita terkini seputar Indonesia maupun Dunia

Pria di Bogor Pura-pura Kena Begal Karena Takut Kena Marah Istri

pria-di-bogor-pura-pura-kena-begal-karena-takut-kena-marah-istri

Pria di Bogor Pura-pura Kena Begal Karena Takut Kena Marah Istri. Sebuah kejadian unik dan menggelitik terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang langsung viral di media sosial pada 23 Agustus 2025. Seorang pria mengaku menjadi korban begal di Jalan Baru Galuga, Kecamatan Cibungbulang, menghebohkan warga sekitar. Namun, setelah polisi menyelidiki, ternyata cerita itu hanyalah rekayasa untuk menghindari kemarahan istrinya. Kejadian ini menjadi perbincangan hangat karena alasan di balik kebohongannya yang tidak biasa. Siapa pria tersebut, mengapa ia nekat membuat skenario begal, dan bagaimana respons lucu netizen? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA

Siapa Nama Pria Tersebut
Pria yang menjadi pusat perhatian ini bernama Toni, warga Desa Lewengkolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Toni menjadi sorotan setelah videonya menyebar di media sosial, di mana ia mengaku menjadi korban begal pada Sabtu malam, 23 Agustus 2025. Dalam video tersebut, Toni menceritakan dengan dramatis bagaimana ia dihentikan oleh empat orang tak dikenal yang merampas sepeda motor Honda Beat Street miliknya dan dua unit ponsel. Ceritanya sempat membuat warga sekitar resah, karena kasus begal memang sering menjadi momok di wilayah tersebut. Namun, setelah penyelidikan oleh Polsek Cibungbulang dan Koramil setempat, terungkap bahwa Toni bukan korban begal, melainkan merancang cerita tersebut untuk menutupi perbuatannya sendiri.

Kenapa Dia Pura-pura Kena Begal
Alasan di balik aksi Toni cukup mengejutkan sekaligus mengundang tawa. Ternyata, ia sengaja mengarang cerita begal karena takut dimarahi istrinya setelah menggadaikan sepeda motor tanpa sepengetahuan sang istri. Toni mengaku terpaksa menggadaikan motor tersebut untuk keperluan pribadi, tetapi ia tidak berani jujur kepada istrinya karena khawatir menghadapi kemarahan. Untuk menutupi perbuatannya, ia menciptakan skenario dramatis bahwa motornya dirampas begal di Jalan Baru Galuga sekitar pukul 20.41 WIB. Ia bahkan merekam video pengakuan untuk meyakinkan warga dan istrinya. Namun, kebohongannya terbongkar setelah polisi, yang dibantu Koramil Cibungbulang, melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan tidak menemukan bukti adanya aksi begal. Setelah didesak, Toni akhirnya mengaku bahwa cerita itu hanyalah karangan, dan motor yang diklaim hilang sebenarnya telah digadaikan. Atas perbuatannya, Toni diminta membuat video klarifikasi dan meminta maaf karena telah membuat gaduh masyarakat.

Reaksi Lucu Para Masyarakat Netizen Atas Hal Ini
Kejadian ini langsung menjadi bahan perbincangan di media sosial, dengan netizen memberikan respons yang penuh humor dan sindiran. Banyak yang menganggap aksi Toni sebagai bukti bahwa “ketakutan pada istri lebih menyeramkan daripada begal sungguhan.” Seorang netizen menulis, “Begal aja kalah pamor sama omelan istri, Toni juara!” Lainnya berkomentar, “Ini baru level takut istri tingkat dewa, sampai bikin skenario begal segala!” Ada pula yang menyindir, “Motor digadai, bohong dibuat, tapi istri tetap tahu. RIP Toni!” Meski begitu, beberapa netizen juga menunjukkan simpati, memahami bahwa tekanan ekonomi mungkin menjadi pemicu keputusan Toni. Video klarifikasi Toni, yang diunggah di akun media sosial resmi kepolisian, semakin memicu gelak tawa karena ekspresi wajahnya yang tampak pasrah saat meminta maaf. Komentar seperti “Istri lebih ditakuti dari polisi, ini baru cerita nyata!” ramai bermunculan. Respons netizen ini menunjukkan bahwa kejadian ini, meski serius, berhasil menjadi hiburan karena alasan di baliknya yang unik dan relatable bagi banyak orang.

Kesimpulan: Pria di Bogor Pura-pura Kena Begal Karena Takut Kena Marah Istri
Kisah Toni, pria di Bogor yang pura-pura jadi korban begal demi menghindari kemarahan istri, menjadi pelajaran sekaligus hiburan bagi banyak orang. Kebohongannya yang terbongkar menunjukkan bahwa ketakutan akan konflik rumah tangga bisa mendorong seseorang mengambil langkah ekstrem, meski akhirnya berujung pada konsekuensi. Respons lucu netizen mencerminkan bagaimana masyarakat Indonesia sering kali menyikapi isu serius dengan humor, terutama ketika ceritanya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya komunikasi terbuka dalam rumah tangga untuk menghindari masalah yang berlarut-larut. Bagi Toni, video klarifikasi mungkin telah meredakan kegaduhan, tetapi kisahnya akan terus dikenang sebagai salah satu cerita viral yang mengocok perut di tahun 2025. Ke depan, semoga Toni dan pasangan lain belajar untuk lebih jujur dan bijak dalam menghadapi masalah, agar tak perlu lagi membuat skenario seheboh ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *